Ketika kau mulai mengatakan hal itu, apa yang sebenarnya ada di dalam pikiranmu ?
Semua teman - temanmu mengatakan mudah sekali untukmu mengatakan hal itu. Tapi apa benar ?
Semudah itu kah ?
Ceritanya pendek saja, kau akan pergi jauh dari teman - teman sekelasmu yang sudah kau anggap saudara sendiri. Jauh, jauh sekali. Lebih jauh dari lari keliling lapangan sekolahmu selama tiga kali.
Karena perpisahan kau anggap akhir dari segalanya.
Setiap detik, setiap menit yang telah kau habiskan bersama teman - teman sebayamu itu, teman - teman sekelasmu itu, kau anggap sia - sia. Karena, apa yang akan terjadi setelah kau berpisah untuk menginjakkan kaki ke gedung yang berbeda dengan apa yang kau injak sebelumnya ? Kau kira kau akan melupakan semuanya seperti membuka lembaran baru.
Tapi lalu kau sadari ketika mereka menatap matamu.
" Jangan pernah lupakan kita, ya. "
Sejenak kau berpikir. Orang - orang ini lah yang telah mengisi hidupku selama ini. Semudah itu kah aku akan melupakan mereka ? Mungkin kau telah merasakannya. Kehangatan sahabat yang tidak akan mudah terhapus oleh udara dingin.
Tinggal menghitung hari sampai kau mengucapkan hal itu. " Selamat tinggal. "
Apa yang kau pikirkan sekarang ?
Lihat sejenak ke wajah teman - temanmu itu. Apakah benar kau akan melupakan mereka semua ?
Tidak mungkin.
Itu kah yang kau pikirkan ? Mungkin.
Jadi, anggap saja kata 'selamat tinggal' itu tidak pantas kau katakan. Karena sebanyak apapun kau katakan hal itu, mereka semua, teman - temanmu itu tidak akan pernah meninggalkanmu.
Karena mereka selalu ada di dalam pikiranmu. Selalu ada di dalam hatimu.
Inspired by saya yang akan pindah ke Malang, ninggalin temen - temen semua :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar